Tanjungpura, IAN –

Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menegaskan bahwa bagi seorang prajurit, tugas operasi merupakan suatu kehormatan pribadi maupun kehormatan satuan.

Dalam rilis tertulis dari Penerangan Kodam XII/Tpr, Selasa (22/9), demi menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah perbatasan Republik Indonesia-Malaysia, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad memimpin upacara pemberangkatan Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Infanteri 642/Kapuas yang dilaksanakan di Mayonif 642/Kps.

Sebanyak 450 personel yang tergabung dalam Satgas Pamtas Yonif 642/Kps akan melaksanakan tugas selama sembilan bulan dalam rangka menjaga keutuhan NKRI yang berbatasan langsung dengan Malaysia, memelihara dan meningkatkan stabilitas keamanan dan kewibawaan pemerintah di wilayah perbatasan Kalbar, menjamin keutuhan wilayah dengan tidak terjadi pergeseran atau hilangnya patok batas, mencegah terjadinya aktivitas pelanggaran ilegal di wilayah perbatasan dan melaksanakan operasi pemberdayaan wilayah pertahanan darat di kawasan perbatasan.

Pangdam XII/Tpr berpesan kepada segenap prajurit Yonif 642/Kps yang telah mendapat kepercayaan dari pimpinan TNI, bangsa dan negara untuk melaksanakan tugas operasi pengamanan perbatasan RI-Malaysia dengan sebaik-baiknya dan penuh rasa tanggung jawab. Hal ini merupakan kehormatan dan tugas mulia.

Tugas operasi bagi prajurit TNI merupakan wujud nyata pengabdian kepada negara dan bangsa serta suatu tugas kehormatan yang dipercayakan kepadanya. Sebagai Patriot dan Bhayangkari Negara, tugas operasi merupakan tuntutan tugas diatas segala-galanya, hal ini dilaksanakan demi tetap tegaknya kedaulatan wilayah NKRI,” ucap Pangdam selaku Pangkoopsdam XII/Tpr.

Hal tersebut sebagaimana telah tertuang dalam UU No 34 tahun 2004, bahwa tugas pokok TNI yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI serta melindungi segenap bangsa Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara.

Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan, adapun tugas lain yang perlu dikembangkan oleh Satgas Yonif 642/Kps untuk mendukung pelaksanaan tugas di antaranya, melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial terbatas, meningkatkan rasa cinta tanah air dan wawasan kebangsaan kepada masyarakat, melaksanakan kegiatan lain yang dikoordinir oleh Dankolakoopsrem atau Danrem 121/ABW yang dikoordinasikan dengan Satgaster Sektor Barat yaitu Kodim 1202/Skw, Kodim 1204/Sgu dan Kodim 1208/Sbs.

Sebelum berangkat bertugas sebagai Satgas Pamtas, personel yang diberangkatkan telah menjalani latihan penugasan (pra tugas) untuk mempertajam kemampuan perorangan maupun tingkat satuan yang pada pelaksanaan tugasnya ke depan akan disebar pada pos-pos perbatasan antar negara.

“Yakinlah, bahwa latihan yang sudah dilaksanakan tidak akan pernah sia-sia dan diharapkan dapat membuahkan hasil yang optimal, baik bagi kalian sendiri maupun bagi kemampuan satuan saat melaksanakan tugas,” ujar Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad.

Ditegaskan Pangdam, berbagai potensi ancaman yang sering muncul di wilayah perbatasan terutama di Sektor Barat antara lain illegal logging, illegal trading, pelintas batas ilegal, penyelundupan narkoba, amunisi dan bahan peledak ilegal , sembako dan peredaran senjata rakitan.

Pangkoopsdam XII/Tpr menekankan kepada prajurit Satgas Pamtas Yonif 642/Kps di antaranya agar segera mengenali dan mempelajari situasi daerah operasi serta menguasai permasalahan yang timbul di masyarakat, para Danpos agar memberikan sikap tauladan yang baik untuk menjadi acuan prajurit, selalu menjaga nama baik satuan dengan menghindari permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun satuan, tidak mengambil alih peran para tokoh, tetapi harus mendukung ketokohannya agar lebih mendapat dukungan dari masyarakat setempat.

“Hormati kearifan lokal, bantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan dan menjadi bagian dari solusi yang dihadapi masyarakat di perbatasan serta jangan lakukan pelanggaran sekecil apapun, “ pungkas Pangdam mengakhiri penekanannya. (IA-1)

Read More