Jakarta, IAN –

Komisi lll DPR RI melakukan rapat kerja (Raker) dengan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, Rapat tersebut digelar melalui virtual di ruang rapat Komisi III DPR, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9).

Salah satu pembahasan, Anggota Komisi lll dari fraksi partai Demokrat Hinca Pandjaitan dan Andi Rio Idris Padjalang dari fraksi Golkar, menyoroti peredaran Narkoba di Indonesia.

Anggota Komisi lll Hinca Pandjaitan meminta Kapolri membuat peta jalur peredaran narkoba hingga ke desa-desa. Peta itu, menurutnya, bisa dikaitkan dengan peta peredaran narkoba dunia yang juga telah disusun oleh Polri.

“Saya mohon diteruskan ke Kapolda dan Kapolres sampai ke bawah , untuk membuat peta peredaran narkoba dari sisi bandar per kecamatan. Saya kira ini penting sekali untuk kita dapatkan peta ini,” Kata Hinca.

Kemudian Andi Rio Idris Padjalangi menambahkan, ia juga meminta Kapolri untuk mengungkap bandar-bandar besar yang terlibat dalam peredaran narkoba di Indonesia.

“Satu sisi di balik ini semua ada bandar-bandar besar yang bermain. Oleh karenanya, saya berharap tolong cari dan tangkap pelaku bandar-bandar besar tersebut. karena selama ini yang beredar di Sulsel maupun di kabupaten-kabupaten lain itu adalah hanya bandar-bandar kecil ataupun pedagang kecil,” Ujarnya.

“Kita tidak tahu siapa bandar besarnya. Sampai sekarang belum tertangkap bandar besarnya,” ungkap Rio Idris.

Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menegaskan, dirinya komitmen memberantas masalah peredaran narkoba di Indonesia, dan ia sudah memerintahkan kepada jajarannya untuk menindak tegas para bandar-bandar tersebut.

“Saya (Kapolri) benar-benar komitmen dengan masalah narkoba ini Pak. Kalau Bapak pernah dengar ucapan saya Saat menjadi Kapolda Metro Jaya pada rilis akhir tahun 2017, saya pernah bilang dan saya tidak cabut perintah itu untuk menindak tegas kepada seluruh bandar-bandar,” tandasnya.

“Apalagi bandar-bandar dari luar negeri yang merusak generasi bangsa kita ini,” kata Jenderal Idham.

Kapolri mengatakan, Ia akan bertanggung jawab dan melindungi jajarannya dalam menindak tegas gembong-gembong narkoba di Indonesia, Namun dengan SOP yang berlaku.

“Saya akan ambil ahli tanggung jawab itu, apalagi kalau mereka (Bandar) menyebarkan narkoba di Indonesia, yang penting melakukannya dengan SOP, dengan tindakan tegas dan terukur,” tegas Mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Selanjutnya, Kapolri kembali menegaskan, dirinya tak akan segan-segan mengganti para Direktur narkoba (Dirnarkoba) yang lembek dalam penanganan masalah narkoba di wilayahnya.

“Bapak boleh mengecek seluruh Kapolda, saya sudah bilang kepada Dirnarkoba, kalau dia takut-takut saya cari pemain pengganti. Banyak penggantinya kalau Dir Narkobanya ayam sayur,” Tegas Jenderal Idham Azis.

“Saya ingin dir narkoba saya jangan (seperti) ayam sayur,” pungkasnya. (IA-Red)

Read More